Kamis, 15 April 2010

Urgensitas Qowaid & Shorof

Urgensitas Ilmu Nahwu (Qowaid) dan
Ilmu Shorof Dalam Mempelajari Bahasa Arab.
(Pengantar)
Oleh: Muhammad Fahri

Pendahuluan
Kata Urgensitas diserap dari bahasa Inggris yaitu urgent; needing immediate attention, action, or decision. (Oxford Learners Pocket Dictionary: Oxford University Press). Dalam bahasa Indonesia dapat kita artikan sesuatu yang membutuhkan perhatian, tindakan, atau sebuah keputusan. Kata tersebut telah mengalami transformasi bahasa kedalam bahasa ilmiah, dari urgent menjadi urgensitas yang berarti; keperluan yang amat penting dan mendesak. (Pius Abdillah; Kamus Ilmiah Populer Lengkap. Arkola. Surabaya).
Jadi sederhananya, tema diatas memiliki pengertian bahwa ilmu nahwu dan ilmu shorof sangat berkaitan erat dan sangat penting untuk mempelajari bahasa Arab. Ilmu nahwu atau yang diidentikkan dengan ilmu Qowaid sendiri adalah ilmu tentang tata bahasa (kaidah-kaidah) bahasa Arab dan ilmu shorof adalah ilmu yang membahas kata-kata dengan perubahan-perubahannya (tashrif). Sebuah susunan kata-kata dikatakan kalimat sempurna apabila memenuhi dua persyaratan; Pertama, kalimat tersebut terdiri dari dua kata atau lebih. Kedua, susunan kata-kata tersebut dapat dipahami atau mengandung arti yang jelas. Kejelasan arti dari kata-kata tersebut banyak disinggung dalam kajian ilmu shorof, karena perubahan kata-kata tersebut akan sangat berpengaruh pada keshahihan artinya.
Lembaga pendidikan yang mengembangkan kurikulum terpadu antara Diknas dan kurikulum pesantren banyak mengedepankan dan menekankan penguasaan bahasa asing, baik Arab maupun Inggris dalam kurikulum dan kegiatan lembaga tersebut. Untuk kalangan pesantren, seperti halnya pondok pesantren Al Inayah, ilmu shorof dan ilmu nahwu sudah menjadi mata pelajaran pokok yang harus dipelajari oleh santrinya. Hal ini disadari oleh pihak pesantren karena kedua ilmu tersebut merupakan dasar dan alat untuk mengetahui dan menggali serta memperdalam bahasa Arab yang bobot pelajarannya hampir menyamai bobot pelajaran umum. Sebagaimana diketahui pula dan diyakini bahwa bahasa Arab sudah menjadi bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Mengapa ilmu shorof dan ilmu nahwu keduanya begitu urgent? Tidak heran apabila banyak ahli bahasa (linguist) yang mengatakan:

الصرف ام العـــــلوم والنحو ابوهــــــا

Artinya:
Ilmu shorof itu merupakan ibu dari segala ilmu dan ilmu nahwu (qowaid) merupakan bapaknya.

Inilah sebuah potret keluarga yang keduanya ada dan berdampingan, saling bahu membahu dan saling melengkapi satu sama lain. Apabila dikonotasikan relasi antara kedua ilmu tersebut seperti dua mata koin yang berdampingan namun tidak dapat dipisahkan, artinya baik shorof maupun nahwu memiliki peranan penting dalam memahami ilmu pengetahuan, karena banyak nash-nash (teks) ilmu pengetahuan yang bersumberkan bahasa Arab, dan semuanya dapat dikaji melalui kajian ilmu shorof dan ilmu nahwu apabila ingin membacanya dan mempelajarinya lebih jauh.
Banyak dari kalangan santri yang belum bisa menyadari dan memahami akan pentingnya kedua ilmu tersebut, atau bahkan keduanya menjadi sosok yang sangat menakutkan, membosankan bahkan menyeramkan.
Sesungguhnya tidak demikian, justru dengan menguasai kedua ilmu tersebut, santri akan lebih mudah dan cepat memahami bahasa Arab baik yang diajarkan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun membaca serta menelaah teks-teks Arab secara individu. Bukankah banyak ilmu-ilmu di alam semesta ini yang dikaji dan disadur dari kitab-kitab yang berbahasa Arab. Bahkan al quran sebagai way of life setiap umat manusia diturunkan melalui kalam-kalam berbahasa Arab, dan ditafsirkan pula dalam berbagai kitab melalui bahasa Arab. Inilah sebuah pengantar untuk lebih bisa mengetahui arti pentingnya ilmu shorof dan ilmu nahwu dalam mempelajari bahasa Arab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar